Belajar SEO : Dasar Dasar Search Engine

Apa itu SEO , sedikit-sedikit kita sudah mulai memahaminya. Kita sudah sedikit berkenalan dengan SEO melalui artikel sebelumnya. Dari artikel itu juga kita tahu bahwa aktivitas SEO itu baik on-page SEO maupun off-page SEO sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun. Langkah selanjutnya apa lagi?  Pada Belajar SEO kali ini kita flashback dulu untuk belajar tentang Sejarah Search Engine dan Dasar Dasar Search Engine untuk mengetahui Bagaimana cara kerjanya? Apa fungsinya? Darimana asalnya? Siapa pembuatnya? Mengapa search engine itu ada? dan sebagainya.

Sejarah Seach Engine

Pada masa-masa awal diperkenalkannya internet, saat itu search engine belum lah ada. Bahkan pada masa itu, internet tidaklah semudah, secanggih, dan se-nyaman seperti saat ini. Internet saat itu tidak lebih dari sekumpulan situs FTP (File Transfer Protocol). Saat itu, internet tidak lebih dari sekedar tempat untuk mendownload atau mengupload file.

Karena saat itu search engine belum ada, maka saat seorang user ingin mencari suatu file di internet, dia harus mencarinya sendiri. Yaitu dengan cara mengakses situs, kemudian menelusuri setiap folder yang ada di situs tersebut, kemudian melihat-lihat apakah situs tersebut menyimpan file yang di butuhkannya.

Jika ternyata file tersebut tidak ditemukan di situs yang sedang dikunjunginya, berarti dia harus mencarinya di situs yang lain, dan menelusuri setiap folder yang ada di situs lain tersebut. Dan seterusnya, hingga dia berhasil menemukan file yang dicarinya.

Nah… kebayang ga? Betapa melelahkannya, dan bisa membuat orang jadi frustasi. Hanya untuk menemukan satu file saja, seorang user harus rela menghabiskan waktu dan tenaga yang begitu banyak. Semua kendala dan kesulitan ini, akhirnya membuat seorang mahasiswa dari Universitas McGill di Montreal akhirnya memutuskan untuk mencari cara yang lebih mudah.

Dan akhirnya, pada tahun 1990, Alan Emtage nama si mahasiswa itu, berhasil membuat sebuah search tool pertama yang bisa digunakan di internet. Tool buatannya itu bekerja dengan cara mengumpulkan, dan kemudian mengindex nama setiap file yang ada di suatu situs. Data index ini kemudian disimpan kedalam sebuah database.

Berkat toolnya ini maka, saat seorang user ingin mengetahui apakah file yang dicarinya ada di dalam situs yang sedang dikunjunginya, user tersebut tidak perlu lagi mencarinya dengan cara menelusuri setiap folder atau membaca setiap nama file yang ada. Dia cukup mencarinya didalam database yang telah di buat oleh Alan Emtage tadi. Cukup dengan mengetikkan nama file yang ingin dicari, maka user tersebut akan tahu apakah file tersebut ditemukan, atau tidak.

Nah… kebayang tidak, betapa membantunya tool yang dibuat oleh Alan Emtage ini. Tool ini bernama Archie. Apakah Archie sudah sama seperti search engine yang ada saat ini? Belum, Archie masih jauh dari apa yang saat ini kita kenal sebagai search engine.

Pada tahun 1991 Mark McCahill dari University of Minesota mengemukakan pemikirannya, katanya… jika kita bisa mencari sebuah file di internet, berarti kita juga pasti bisa mencari text tertentu di internet. Dalam pemikirannya, kita bisa melakukan itu dengan cara mengindex text-text tertentu, dan menyimpan alamat file aslinya sebagai referensi.

Karena saat itu belum ada program yang mampu melakukan hal itu, maka Mark McCahill kemudian membuatnya sendiri. Dia menamakan program tersebut Gopher, yang mengindex file-file text di internet, yang kemudian akhirnya menjadi website pertama yang bisa diakses secara bebas di internet. Dengan dibuatnya Gopher ini, maka program lain pun dibutuhkan.

Program ini dibutuhkan untuk menemukan file yang direferensikan oleh index yang di buat oleh Gopher. Terciptalah Veronica (Very Easy Rodent-Oriented Net-wide Index to Computerized Archives) dan Jughead (Jonzy’s Universal Gopher Hierarchy Excavation and Display). Dua program ini dibuat dengan tujuan untuk mencari dan menemukan file yang direferensikan oleh index yang dibuat Gopher.

Veronica dan Jughead bekerja dengan cara yang sama, yaitu membuat user bisa mencari informasi yang terdapat di dalam index berdasarkan kata kunci atau keyword. Dari kedua program inilah asal mula search engine yang saat ini kita kenal. Tentu saja setelah melewati berbagai proses pengembangan dan perbaikan

Pada tahun 1993, akhirnya the real search engine yang pertama kali berhasil dibuat, search engine dengan bentuk seperti search engine yang kita kenal saat ini. Search engine ini dikembangkan oleh Matthew Gray, dan diberinya nama Wandex. Wandex adalah program pertama yang berhasil mengerjakan dua tugas sekaligus, yaitu mengindex dan juga melakukan pencarian ke dalam index.

Teknologi ini adalah program pertama yang melakukan crawling, atau merambah internet. Dan akhirnya teknologi ini menjadi basis yang digunakan untuk membuat program-program web crawling saat ini. Dan semenjak saat itu, berbagai teknologi search engine mulai dikembangkan oleh masing-masing search engine.

Mulai tahun 1993 hingga 1998, beberapa search engine utama yang kita kenal saat ini mulai bermunculan, yaitu itu:

  • Excite – 1993
  • Yahoo! – 1994
  • Web Crawler – 1994
  • Lycos – 1994
  • Infoseek – 1995
  • AltaVista – 1995
  • Inktomi – 1996
  • Ask Jeeves – 1997
  • Google – 1997
  • MSN Search – 1998

Nah… itu tadi sejarah asal muasalnya search engine. Saat ini, search engine sudah semakin canggih. Search engine sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari dunia internet. Tidak mengherankan memang, sebab search engine memberikan banyak kemudahan bagi pengguna internet.

Dengan search engine, kita bisa mencari dokumen atau apapun yang ingin kita temukan di internet. Kaga nyangka ya, hingga saat ini search engine udah berumur lebih kurang 17 tahun. Kalo boleh di ibarat sebagai seorang cewek, search engine saat ini sedang cantik-cantiknya. Maksudnye? Kaga tahu tuh… kaga nyambung aje…

Apa Itu Search Engine?

Ada dua tim yang bekerja di search engine. Satu tim bekerja di bagian belakang, dan satu tim bekerja di bagian depan. Sekarang kita bahas tim yang bekerja di bagian belakang dulu.

Tim yang berada di bagian belakang, bertugas mengumpulkan informasi tentang suatu halaman yang ada di internet, atau biasa disebut dengan web page. Informasi yang dikumpulkan adalah:

  1. Keyword atau kata kunci.
  2. Phrase atau kalimat.
  3. URL dari halaman yang bersangkutan.
  4. Link dari halaman lain yang mengarah ke halaman tersebut (link-in).
  5. Link dari halaman itu yang mengarah ke halaman lain (link-out).

Informasi keyword atau kata kunci ini dibutuhkan untuk menentukan tentang apakah sebenarnya topik utama dari suatu web page. Begitu juga informasi yang lainnya, nanti akan kite bahas ape gunenye.

Tim yang dimaksud disini sebenarnya bukanlah berupa orang atau kumpulan orang. Melainkan berbentuk software atau perangkat lunak atau biase disebut dengan program komputer. Tim ini diberi name Crawler, atau Spider, atau Robot. Tim ini akan menyimpan semua informasi yang telah dikumpulkannya kedalam sebuah Database. Sampe disini, berarti tugas tim ntu selesei.

Sekarang kita bahas tim atau program yang bekerja di bagian depan. Tim yang bekerja di bagian depan ini bertugas melayani user atau orang yang ingin menggunakan jasa dari search engine. Tim ini melengkapi dirinya dengan sebuah perangkat yang mereka butuhkan untuk berkomunikasi dengan si user tadi. Perangkat ini disebut antar muka atau interface.

Interface atau antar muka itu adalah apa yang tampak dihadapan kita saat kita mengunjungi search engine. Sebuah kotak untuk memasukkan atau mengetikkan kata/kalimat, dan sebuah tombol untuk mengeksekusi. Kotak dan tombol itulah yang dimaksud dengan interface atau antar muka. Melalui interface inilah, kita sebagai user bisa berkomunikasi dengan software yang digunakan oleh search engine tadi.

Saat seorang user memasukkan sebuah kata/kalimat kedalam kotak, kemudian mengklik tombol search, saat itulah tim yang berada dibagian depan tadi mulai bekerja. Tim ini akan mulai mencari kata/kalimat yang kita masukkan tadi. Tim yang ada dibagian depan ini, akan mencari kata/kalimat tersebut ke dalam database yang telah dibuat oleh tim yang berada di bagian belakang tadi. Database ini biasanya sudah disusun, diurutkan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

Hingga tim yang bagian depan, yang mencari kata/kalimat tersebut, akan dengan cepat bisa menemukan kata/kalimat yang kita cari. Setelah tim bagian depan tersebut mencari kata/kalimat yang kita inginkan, maka kemudian tim tersebut akan melaporkan hasilnye kepada kita.

Kalo ternyata kata/kalimat tersebut ada didalam database, maka tim tersebut akan menampilkan sebuah halaman yang berisi berbagai halaman web yang mengandung kata/kalimat yang kite cari. Halaman ini disebut dengan SERP, singkatan dari Search Engine Result Page.

Advertisements
This entry was posted in SEO. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s